Direktur PAK-HAM Papua juga mengemukakan, negara berada dalam kontrol dan operasi melalui Tentara Nasional Indonesia dan Polisi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tanah Papua. Di sisi lain muncul respons balik perlawanan melalui organisasi Papua Merdeka (OPM) sejak awal 1960-an sampai saat ini.
Maka, situasi dan kondisi kehidupan di tanah Papua masih cenderung identik dengan konflik dan kekerasan, dan anak manusia yang tidak berdosa terus dikorbankan.
Sangat disayangkan beberapa pihak terlibat dalam lingkaran kekerasan atas nama keyakinan dan idiologinya masing-masing, dan kejadian brutal dan kejam seperti penyiksaan, pembunuhan, mutilasi dan bentuk kejahatan lainnya masih terjadi pada 2025 ini.
Dalam kaitan itu, Direktur PAK-HAM Papua tidak bosan-bosannya mengajak semua pihak untuk menghindari cara-cara kekerasan dan mencari solusi dengan cara damai untuk Papua yang lebih baik ke depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










