Kupang, Mensanews.com- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) tahun 2025 berlangsung dalam suasana maraton dan penuh dinamika di Kantor Gubernur NTT, Kamis dini hari.
Dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), RUPS ini menjadi ajang “pertarungan gagasan” dari seluruh kepala daerah — bupati dan wali kota — se-NTT, yang turut hadir sebagai pemegang saham Seri B. Fokus utamanya: menyelamatkan dan mentransformasi Bank NTT menjadi bank daerah yang profesional, kredibel, dan berdaya saing tinggi.
“Proses ini sangat intens dan memakan waktu karena semua bupati menyampaikan pandangan dan solusi. Tapi inilah bentuk tanggung jawab bersama untuk memperbaiki Bank NTT,” tegas Melki Laka Lena.
Dari hasil RUPS dan RUPS Luar Biasa tersebut, sejumlah keputusan penting diambil:
Penetapan Komisaris Utama: Doni Heatubun (eks Kepala BI NTT)
Penunjukan Komisaris Independen: Frans Gana, Eko Setiabudi, Yosef Jiwadeole, dan satu perwakilan dari Bank Jatim
Dua nama diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk fit and proper test sebagai Direktur Utama Bank NTT:
Charlie Paulus dan
Yohanis Umbu Landu Praing (saat ini Plt. Dirut)
Penunjukan jajaran direksi lainnya:
Direktur Operasional dan SDM: Y.L. Praing, Rahmat Saleh
Direktur Kredit: Allo Geong
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










