Kupang, Mensanews.com -Di tengah lanskap Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal keras dan tandus, muncul secercah harapan dari sebuah gerakan kemanusiaan.
Gerakan ini bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi membangkitkan mimpi, membangun kolaborasi, dan mewujudkan perubahan nyata yang menyentuh akar kehidupan masyarakat. Nama gerakannya: Gerakan Air Bersih AFC.
Diprakarsai oleh Asayama Family Club (AFC) Indonesia, sebuah perusahaan farmasi berbasis Jepang yang dipimpin oleh, Ernest Prayuda, gerakan ini telah menyulut semangat baru di tengah masyarakat NTT. Melalui visi yang tajam dan keyakinan yang mendalam bahwa “perubahan dimulai dari mimpi”, AFC sukses membawa air dan harapan ke tanah yang dulu kering.
Bermula dari Mimpi di Tanah Gersang
Dalam peresmian 10 titik air bersih di Kupang, Rabu (23/07/2025) Ernest Prayuda menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat: “Jangan pernah berhenti bermimpi.” Baginya, perubahan besar bukan monopoli kota atau negara maju bahkan tanah tandus pun bisa menjadi subur jika diperjuangkan dengan iman dan aksi nyata.
Inspirasi founder Of AFC, Ernest Prayuda datang dari kisah nyata di luar negeri, di mana hutan ditumbuhkan di atas padang gersang oleh orang-orang yang awalnya dianggap gila karena impian mereka. Kini, mimpi serupa ia bawa ke Kupang.
“Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?” kata Ernest Prayuda, Pendiri AFC Indonesia.
Dari Gagal Bangun Sumur, Menuju 10 Titik Air Bersih
Perjalanan bantuan AFC di NTT tak mulus. Dua sumur pertama gagal total dan memakan waktu lebih dari setahun. Tapi dari kegagalan itulah semangat tumbuh lebih kuat. Kolaborasi lintas sektor pun dibangun. AFC menggandeng Sudarmawan Tjandra, tokoh penggerak sosial;
TNI AD yang memberi dukungan logistik dan tenaga;
Seorang teknisi yang dijuluki “Bapak Air” karena keahliannya menemukan sumber air di wilayah sulit.
Kerja sama ini melahirkan keajaiban. Dalam waktu singkat, 10 titik air bersih berhasil diaktifkan, memberikan akses air layak kepada ribuan warga.
Bukan CSR, Tapi Misi Hidup
AFC, meski dikenal dalam bidang network marketing dan farmasi Jepang, menempatkan misi sosial sebagai DNA utama perusahaannya. Bagi Ernest, bisnis bukan sekadar laba, tapi sarana memberkati sesama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










