Maumere, Mensanews.com- Dua pemuda asal Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Alan dan Kevin, kembali ke tanah air dengan membawa segudang ilmu dan pengalaman setelah menyelesaikan program magang selama delapan bulan di Israel. Fokus program tersebut adalah pada pengembangan teknologi pertanian lahan kering sebuah tema yang sangat relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Sikka.
Setibanya di tanah kelahiran, Kamis pagi (7/8/2025), Alan dan Kevin langsung bertemu Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, di ruang kerjanya di Kantor Bupati Sikka, Maumere. Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus momentum untuk membangun sinergi antara generasi muda, pemerintah, dan tokoh masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian lokal.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Rafael Raga, tokoh masyarakat Kecamatan Talibura yang juga mantan Ketua DPRD Sikka dan kini aktif sebagai politisi Partai NasDem.
Ilmu dari Timur Tengah untuk Tanah Sikka
Dalam perbincangan yang berlangsung akrab, Alan dan Kevin memaparkan teknologi dan sistem pertanian modern yang mereka pelajari di Israel—negara yang dikenal unggul dalam pengelolaan pertanian di lahan kering. Salah satu teknologi utama yang menjadi sorotan adalah sistem irigasi tetes (drip irrigation), pemanfaatan sensor digital untuk monitoring tanaman, hingga sistem manajemen hasil pertanian berbasis data.
“Kami belajar banyak tentang bagaimana teknologi bisa membuat lahan kering tetap produktif. Itu sangat relevan untuk Sikka,” ujar Alan.
Kevin menambahkan, pengalaman langsung bekerja di lahan pertanian Israel membuka perspektif baru tentang efisiensi, adaptasi terhadap iklim, dan pentingnya inovasi dalam sektor pangan.
Pemerintah Apresiatif, Pemuda Jadi Aset Pembangunan
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, menyatakan apresiasi dan kebanggaannya atas semangat belajar kedua pemuda tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka membawa harapan baru bagi sektor pertanian Kabupaten Sikka yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari iklim kering hingga keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi.
“Mereka bukan hanya pulang membawa cerita, tapi juga membawa solusi. Ini yang kita butuhkan untuk Sikka ke depan,” kata Wabup Simon.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










