LEWOLEBA, MNC – Duka menyelimuti Kabupaten Lembata setelah meninggalnya seorang bayi di Puskesmas Waiknuit, Kecamatan Atadei. Tragedi yang memantik keprihatinan luas ini segera direspons serius oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang secara langsung turun tangan menyikapi kejadian tersebut.
Dalam pertemuan darurat yang digelar pada Rabu, 24 September 2025, Bupati memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Waiknuit, serta seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien. Klarifikasi dilakukan untuk menggali kronologi serta mengidentifikasi kendala yang terjadi di lapangan.
Hasilnya mengungkap adanya kelambatan pelayanan medis yang berdampak fatal terhadap keselamatan sang bayi. Fakta ini menjadi sorotan utama Bupati Kanis, yang menilai bahwa kejadian ini merupakan indikasi serius perlunya reformasi dalam sistem layanan kesehatan di wilayahnya.
“Tidak boleh ada keterlambatan dalam situasi darurat. Setiap warga berhak atas pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional,” tegas Bupati Kanis dalam pernyataannya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bupati langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk:
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional di seluruh puskesmas.
2. Meningkatkan kompetensi dan kepekaan tenaga kesehatan dalam merespons kondisi darurat.
3. Memastikan peningkatan fasilitas medis, terutama di daerah-daerah terpencil.
4. Langkah ini menurut Bupati bukan hanya respons terhadap satu insiden, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat sistem layanan publik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










