Tak berhenti di situ, Pemkot juga membuka ruang integrasi teknologi AI, khususnya dalam membaca sentimen publik. Teknologi ini dinilai strategis untuk membantu pemerintah memahami dinamika opini masyarakat secara cepat dan akurat.
“Integrasi AI akan memperkuat kemampuan kita membaca situasi di lapangan, sehingga respons kebijakan bisa lebih tepat dan cepat,” jelasnya.
SMSI Dorong Profesionalitas dan Inovasi
Sementara itu, Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, menyambut positif langkah kolaboratif tersebut. Ia menegaskan bahwa Serikat Media Siber Indonesia merupakan konstituen Dewan Pers yang berperan dalam menjaga kualitas dan profesionalitas media siber di Indonesia.
Menurutnya, salah satu kunci penguatan ekosistem media adalah peningkatan kapasitas wartawan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Program ini terbukti mampu meningkatkan kualitas produk jurnalistik sekaligus menjadi filter terhadap penyebaran hoaks.
“UKW memastikan berita yang dihasilkan terverifikasi dan berimbang. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar Beni.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan UKW yang difasilitasi Pemkot Kupang pada 2022 telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas jurnalisme lokal dan indeks kebebasan pers.
Teknologi “One Click” dan Monitoring Sentimen
Selain penguatan SDM, SMSI turut menawarkan inovasi teknologi untuk mendukung diseminasi informasi publik. Salah satunya adalah sistem distribusi berita “one by click” yang memungkinkan satu konten tersebar secara simultan ke ratusan media.
Tak kalah penting, SMSI juga memperkenalkan aplikasi pemantauan sentimen publik berbasis AI yang mampu menganalisis opini masyarakat di berbagai platform digital. Teknologi ini dinilai relevan untuk diintegrasikan dengan Command Center Pemkot Kupang.
Menuju Tata Kelola Informasi yang Responsif
Kolaborasi antara Pemkot Kupang dan SMSI NTT mencerminkan arah baru tata kelola pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga pada efektivitas komunikasi publik.
Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh bagaimana pesan disampaikan dan diterima masyarakat.
Dengan sinergi ini, Kota Kupang tidak hanya memperkuat fondasi ekosistem medianya, tetapi juga menapaki jalur transformasi digital menuju pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa di era informasi, kekuatan pembangunan tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada narasi yang membentuk kepercayaan publik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










