Selain itu tambah Nomleni melihat kondisi rill masyarakat kota Kupang dirinya juga tergerak hati untuk meyediakan makanan gratis ala kadarnya bagi setiap pengunjung. Sementara bagi masyarakat yang ada di camp-camp pengungsian dirinya juga menyediakan makanan.
“Bagi masyarakat yang mengungsi di camp-camp, saya juga menerima pesanan sesuai dengan jumlah porsi yang dipesan dengan catatan yang memesan datang langsung mengambil di Rujab karena kita tidak tahu alamat” Jelas Nomleni.
Lebih lanjut Nomleni mengatakan dengan suasana seperti ini setiap pribadi terpanggil untuk melakukan kebaikan meskipun dengan porsi yang berbeda. “Dalam suasana derita karena bencana seperti ini tentunya setiap kita terpanggil untuk melakukan kebaikan meskipun dengan porsi yang berbeda-beda” tandas Nomleni.
Nomleni juga mengatakan dengan hal kecil kebaikan yang dilakukannya setidaknya dapat mematahkan jurang pemisah antara pejabat publik dan masyarakat biasa.
“Dengan peristiwa ini dimana masyarakat kota kupang semakin berkunjung banyak ke rumah jabatan setidaknya dapat mengakrabkan masyarakat dan pemimpinnya. Pandangan sakralisme rumah jabatan yang mewah dan jarang dikunjungi masyarakat umum setidaknya ditepis menjadi rumah rakyat”. Tutur pejuang Gender NTT ini. (Frondes)*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










