Di hadapan semua, Gubernur Laiskodat menyentil kata Militan yang juga merupakan semboyan PPMT. Semboyan Militan tersebut merupakan akroim dari kata Melayani, melatih dan mensejahterakan. Lebih lanjut ia menyebutkan kalau nilai-nilai militansi itu ada pada orang yang pikirannya benar, hatinya benar dan punya keberanian.
“ _I never stop when tired. I only stop when I am done,_ itu baru militan. Orang militan itu mampu berpikir di luar kotak, optimis, kerja mati-matian, peduli luar biasa, berani ambil resiko, nyawapun diberikannya untuk kepentingan publik,” sebut Laiskodat bersemangat dalam pelatihan yang sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2019 lalu.
Secara khusus, Gubernur memuji karya pelayanan Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) sebagai pioner. GKY dinilainya mampu mendorong Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) untuk juga memberi karya pelayanan yang lebih nyata. Politisi NasDem itu bahkan meminta GKY untuk turut membantu masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua dan Alor.[sc name=”BACA JUGA” ]
Bungtilu meyakini kalau pemerintah dan gereja bekerja serius maka semuanya mungkin. Berkali-kali Putra Semau itu menyebut bangganya menjadi orang NTT, Provinsi yang disebutnya sangat kaya. Ia berharap dapat terus dilatih tenaga-tenaga terampil seperti yang sudah ada, dengan jumlah yang lebih banyak lagi setiap tahunnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










