Hal inilah yang menumbuhkan semangat dalam diri Bupati rendah hati ini untuk berani eksekusi.
Bagaimana mungkin seorang bupati dan wakil bupati tidak memiliki kantor. Saya yakin di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan kalau kita punya kemauan dan apa yang saya mau dan itu sepanjang tidak betentangan dengan ketentuan yang berlaku, saya akan lakukan.
Pembangunan kantor ini saya gunakan konsep system multiyear kontrak. Sehingga kita tidak bisa membangun dalam setahun atau dua tahun dengan mengukur kemampuan-kemampuan yang ada.
Terkait eksekusi pelelangan bupati Simon mengakui bahwa pekerjaan puspem ini tidak bisa langsung mengatakan tender. karena harus menyiapkan konsep-konsep dokumen, dan persyaratan, bahkan harus menyampaikan secara terbuka siapapun menjadi kontraktor bersiap-siap karena perjanjian dengan pihak ketiga itu harus menyiapkan jaminan, sebab saya kwatir kalau tidak ada jaminan atau tidak ada garansi kerjanya main-main.
“Saya tidak suka orang kerja main-main”tandasnya
Ia menegaskan harus ada jaminan sehingga silahkan bertarung bebas, silahkan mengikuti lelang terbuka, tetapi siap-siap dengan uang jaminan dan uang jaminan yang diberikan akan bicarakan dengan ketua pengadilan disimpan di pengadilan. ketika ada yang mencoba main-main dengan pembangunan sangsinya jaminan hangus.
“Saya akan memulai diakhir Maret yakni kita sudah bisa selesai lelang dan kalau bisa awal April mulai dikerjakan namun soal tanggal peletakan batu pertama masih dalam rahasia”, tutup Simon Nahak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










