Tiba di tempat budidaya ikan kerapu, Bupati Sahani Saleh, Bupati Simon dan Prof Rokhmin langsung berjalan dari satu lapak ke lapak lain untuk melihat secara jelas budidaya ikan karapu dengan Keramba Jaring Apung yang 1 ekornya bisa mencapai 15 kg.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, dalam perbincangan dengan Asep, salah seorang nelayan yang sudah 20 tahun menggeluti pekerjaan di tengah laut ini, mengungkapkan bahwa budidaya ini sangat menjanjikan akan tetapi masih ada kendala seperti modal, tekhnologi dan sarana prasarana.
“Walau demikian, kami tetap menggeluti pekerjaan ini karena sangat menjanjikan dengan marketnya bisa sampai ke Hongkong dan Shanghai, Cina, Singapura sangat signifikan” ujarnya lelaki paruh baya yang tinggal mengapung dan bermukim di tengah laut bersama keluarganya ini selama 20 tahun ini.
Usai berkeliling dari lapak ke lapak, para petani memperlihatkan ikan karapu yang dipelihara dan selama ini dipasok ke luar negeri dan provinsi lain kepada Prof Rokhmin, Bupati Malaka dan Bupati Belitung. (*/oll)
Sumber : kominfomalaka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








