Ia juga menjelaskan, semua cerita rakyat harus dinarasikan dan ditulis dalam buku ataupun dalam bentuk lainnya sehingga generasi kita bisa membacanya dan menceritakan kembali. Sebab narasi itu datang dari pendidik atau para ahli yang melihat dan menangkap setiap gejala dalam atraksi alam dan budaya yang dituliskan dalam buku atau apapun.
Wagub Josef juga menambahkan, jangan menganggap perpustakaan tidak penting karena perpustakaan mencerdaskan bangsa. “Sebab kalau orang tidak baca, pastilah bodoh. sedangkan seorang yang tidak sekolah tetapi selalu membaca dia bisa setara dengan seorang doktor”, kata Wakil Gubernur.
Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan, Ir. Stefanus Ratoe Oedjoe memberikan apresiasi kepada Pemkab Belu karena kabupaten belu merupakan kabupaten terbaik enam besar diseluruh Indonesia dalam perlombaan perpustakaan desa tingkat nasional. “tanggal delapan oktober mendatang secara daring di Desa Nekasa akan diadakan perlombaan untuk mencari tiga besar. Ia berharap dalam perlombaan nanti NTT masuk dalam tiga besar,” jelasnya.
Ia menjelaskan saat ini perpustakaan sudah bertransformasi berbasis inklusi sosial artinya tidak hanya untuk membaca atau meminjam buku, tetapi menyediakan bahan bacaan untuk melatih masyarakat guna meningkatkan tahap untuk mendukung informasi berbasis sosial. (*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










