LABLING (Laboratorium Keliling) yang diluncurkan dari RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes.
Kedua layanan ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat dan mengurangi beban antrean serta jarak ke fasilitas kesehatan.
TBC, DBD, dan Rabies Masih Jadi Ancaman Nyata
Selain stunting, Gubernur juga menyoroti penanganan TBC dan DBD. Pemerintah mengintensifkan kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh), distribusi logistik DBD, serta koordinasi lintas sektor.
Rabies menjadi perhatian serius setelah tercatat 16.939 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) hingga Agustus 2025, dengan 20 korban jiwa tersebar di TTU, Malaka, TTS, Sikka, Nagekeo, Lembata, dan Ngada. Pemerintah melakukan distribusi vaksin, pelatihan petugas, serta edukasi massif untuk pencegahan dan penanganan kasus GHPR.
Langkah Serius Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Gubernur Melki juga menegaskan langkah konkret untuk menurunkan kematian ibu dan bayi melalui kebijakan:
Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali.
Persalinan wajib di fasilitas kesehatan.
Makanan tambahan bagi ibu hamil dengan KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Audit kasus kematian oleh tim ahli untuk setiap kejadian.
Kesehatan Adalah Jalan Menuju Kemandirian
“Kemerdekaan adalah saat rakyat bisa hidup sehat, anak-anak tumbuh cerdas, dan pelayanan kesehatan hadir sampai ke pelosok desa. Kita lanjutkan perjuangan ini bersama-sama!”
Pidato tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Masyarakat menunjukkan arah pembangunan NTT yang kuat dan menyasar kebutuhan paling dasar rakyat, kesehatan yang adil dan merata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










