Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG GELAR REMBUK AKSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING

IMG 20190812 WA0354

Berdasarkan data, 3 dari 10 anak di Kabupaten Kupang mengalami stunting dimana sebanyak 31.179 balita terkena stunting pada tahun 2018. Tentunya acara rembuk aksi percepatan penurunan stunting ini merupakan acara yang sangat penting dan perlu dilakukan agar masalah kekurangan gizi yang berakibat pada gagal tumbuh dapat diatasi secara baik.

Bupati Masneno menambahkan, beberapa langkah yang perlu dilakukan kedepan diantaranya dengan intervensi sensitif dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman para orang tua dan keluarga tentang hal-hal yang berkaitan dengan gizi dan pengolahan makanan. Selain itu perlu juga dilakukan intervensi gizi spesifik melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, pemberian tablet tambah darah, pemberian asi eksklusif.

Upaya percepatan perbaikan gizi membutuhkan komitmen kuat dari berbagai pihak baik Pemerintah Pusat, Pemda, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, organisasi profesi, media massa dan seluruh komponen lainnya. Pemerintah Pusat telah menetapkan bahwa masalah gizi menjadi salah satu perhatian yang menjadi prioritas Nasional yang perlu ditanggulangi melalui pendekatan multisektor.

Baca Juga :  Gubernur Viktor Ingatkan Salam Kebangsaan

Ketua Panitia kegiatan Agustina Wijayanti, dalam laporannya menyatakan kegiatan Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting mengajak semua pihak bersinergi bersama mencegah stunting di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini bertujuan mendeklarasikan komitmen Pemda dan menyepakati rencana kegiatan dan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Kupang.

Dukungan Pihak Kecamatan dan Desa

Camat Taebenu Eliaser M. Manesi menyatakan mendukung gerakan melawan stunting dan berkomitmen mensosialsasikan secara baik upaya pananggulangan stunting. Dijelaskan Elieser bersama para Kades dan petugas kesehatan gencar mensosialisasikan pola hidup sehat terutama pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi yang berguna bagi kesehatan anak terkhusus ibu hamil. Beberapa Desa juga ada yang memprogramkan pemberian makanan tambahan bagi anak balita yang diharapkan dapat berdampak pada kualitas kesehatan gizi anak yang baik.

Baca Juga :  Tidak Hanya Soal Instruksi, Bupati Simon Terjun Langsung Menyaksikan Vaksinasi Bersama Warga

Oktovianus Lesiange Kades Pukdale Kec. Kupang Timur menyatakan di Desanya terdapat 21 orang balita yang terkena stunting. Stunting menurutnya sangat berbahaya dan perlu ditangani secara serius karena dampaknya buruk bagi tumbuh kembang anak. Dirinya menghimbau masyarakat di Desa nya untuk memeriksakan anaknya secara rutin di Posyandu, selain itu dilakukan pengadaan makanan tambahan di Posyandu yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa demi menekan stunting di Desa Pukdale. (YB007)