Kritikan dan pertanyaan publik mengenai ketersediaan Beras Nona Malaka sempat mencuat. Namun, Simon menjawabnya dengan tindakan nyata.
Ia mengupayakan berbagai bantuan dari pemerintah pusat, termasuk cadangan beras gratis untuk desa-desa yang kesulitan mengolah padi dan program Beras SPHP yang dijual dengan harga murah.
Tidak hanya itu, Simon juga menginisiasi program 3K (Kebun, Kandang, Kolam) untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Ia percaya bahwa masyarakat Malaka memiliki sumber daya unggul yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis pangan. Program ini mengajarkan masyarakat untuk bekerja keras dan memanfaatkan sumber daya lokal dengan optimal.
Simon Nahak bukanlah tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja kerja ber-AC. Ia sering turun langsung ke lapangan, merasakan keringat dan perjuangan rakyatnya. Kepemimpinan yang inklusif ini membuatnya mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat Malaka.
Meskipun ada pihak-pihak yang meragukan dan mengkritik, Simon Nahak tetap teguh pada visinya. Ia mengedepankan keberpihakan kepada rakyat dan menganggap bahwa menjadi pemimpin adalah tentang melayani, bukan dilayani.
Pembangunan kantor Bupati Malaka dan perpustakaan daerah yang megah menjadi salah satu bukti nyata dedikasinya.
Menjelang Pilkada 2024, Simon Nahak akan kembali menghadapi ujian. Namun, dengan rekam jejak keberhasilannya, ia siap melanjutkan pengabdiannya.
Simon Nahak telah membuktikan bahwa politik bisa menjadi jalan pengabdian yang tulus, dan ia adalah nahkoda perubahan yang menjaga asa rakyat Malaka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










