Kupang, MN – Tantangan literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Berdasarkan data terkini dari Badan Pengelola Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, sekitar 70% indikator literasi belum mencapai standar yang diharapkan.
Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, BPMP NTT terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan media, guna mempercepat peningkatan kualitas literasi di seluruh provinsi.
Kepala BPMP NTT, Herdiana, ST., MBA., mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat literasi di NTT telah menjadi perhatian serius. “Saat ini, 45% siswa masih berada di kategori merah dalam literasi, dan jika kita melihat keseluruhan, 70% belum mencapai standar minimal. Ini menunjukkan bahwa tantangan yang kita hadapi sangat besar, dan kita harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki situasi ini,” ujar Herdiana.
Untuk mengatasi masalah ini, BPMP NTT mengedepankan strategi kolaboratif. Herdiana menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam meningkatkan literasi adalah dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Pemda, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan yang tak kalah penting, media.
“BPMP memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk memastikan mutu pendidikan. Namun, kami tidak dapat bekerja sendiri. Kerja sama dengan Pemda sangat penting, tetapi juga perlu ada sinergi dengan media. Media dapat memainkan peran besar dalam memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya literasi,” jelas Herdiana.
BPMP telah bermitra dengan berbagai organisasi dan program yang fokus pada literasi, salah satunya bermitra dengan INOVASI adalah program inovatif Reading Camp, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Program ini telah diperkenalkan di beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di NTT, namun implementasinya belum sepenuhnya optimal.
“Kami telah mengimplementasikan beberapa program yang inovatif, tetapi pelaksanaannya masih kurang di lapangan. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, untuk memantau dan membantu memastikan bahwa program-program ini berjalan dengan baik,” tambahnya.
Peran Media dalam Peningkatan Literasi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










