Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Bugalima, Yohanes Richardus Baka Tukan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah yang telah hadir. Ia menyatakan bahwa situasi di Desa Bugalima sudah kondusif dan aman, namun berharap adanya pemulihan ekonomi dan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak.
“Kami juga berharap dukungan pemerintah untuk membangun sumur bor yang dapat digunakan untuk pengairan tanaman hortikultura di pekarangan rumah, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan penerangan jalan di desa ini,” harap Kepala Desa Bugalima.
Salah seorang warga terdampak, Petrus, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang telah datang untuk memberikan bantuan dan perhatian. “Kami bersyukur atas bantuan pemerintah dalam mengobati luka lama dari tragedi yang terjadi pada 21 Oktober 2024. Kami juga berharap tapal batas antar desa diperjelas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang,” ungkap Petrus.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan penyerahan simbolis santunan ahli waris kepada keluarga seorang warga yang meninggal akibat konflik, serta santunan bagi warga yang mengalami luka-luka. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan pemulihan yang lebih baik bagi masyarakat di Kecamatan Adonarat Barat dan seluruh Kabupaten Flores Timur.
Kehadiran pemerintah pusat dan daerah ini menunjukkan komitmen bersama dalam menangani dampak dari konflik sosial dan bencana alam, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










