Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan siap mendukung UMKM NTT dalam memasarkan produk unggulannya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami siap mempromosikan UMKM NTT ke 33 negara. Kemendag juga akan membantu meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor dan mampu bersaing di pasar global,” kata Dyah Roro.
Menurutnya, berbagai produk lokal NTT, seperti tenun ikat, kopi, garam organik, dan hasil laut, memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan lebih luas. Program OVOP dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing produk NTT di pasar global.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengapresiasi dukungan dari ketiga kementerian tersebut. Ia optimistis bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat NTT.
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik, dan dengan dukungan pemerintah pusat, produk-produk unggulan desa-desa di NTT dapat semakin berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Gubernur Laka Lena.
Melalui sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah, program One Village One Product (OVOP) diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengangkat potensi lokal NTT ke level nasional serta internasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










