Kain Raimanuk, yang menjadi sorotan dalam penyambutan tersebut, memiliki nilai simbolis yang mendalam. Tidak hanya sebagai bagian dari pakaian adat, tetapi juga dianggap sebagai penanda identitas budaya, status sosial, dan pembawa keberuntungan bagi pemakainya.
Dalam konteks budaya Belu, kain ini lazim dikenakan dalam ritual adat penting, penyambutan tamu kehormatan, dan upacara simbolik. Motif-motifnya bercerita tentang kehidupan, perjuangan, dan keharmonisan manusia dengan alam.
Peneguhan Nilai Lokal dalam Arus Modernitas
Kedatangan Ernest Prayuda dan Sudarmawan TJandra, dua tokoh yang berpengaruh dalam bidang kesehatan dan entrepreneurship melalui AFC, disambut bukan hanya secara profesional, tapi juga dengan kearifan lokal yang menyentuh. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat NTT tetap menjunjung tinggi identitas dan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.
Dengan mengenakan kain tenun Belu, Eagle Team AFC Kupang telah menunjukkan bahwa penghargaan tertinggi bisa disampaikan melalui simbol budaya yang sarat makna, menjadikan momen penyambutan ini bukan hanya seremonial, melainkan juga pengingat nilai-nilai adat yang tak lekang oleh waktu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










