Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bersama Warga Konga: Gubernur Melki Tunjukkan Pemerintah Tak Tinggal Diam

Editor: Redaksi
IMG 20250906 WA0093

Janji Gubernur: Hadir dengan Solusi Bertahap

Mendengar itu semua, Gubernur Melki tak tinggal diam. Ia berjanji mengupayakan solusi sesuai kapasitas kewenangan di tingkat provinsi, serta mengkoordinasikan kebutuhan lainnya dengan pemerintah kabupaten dan pusat.

Satu hal yang menjadi sorotan khusus adalah pendidikan anak-anak pengungsi.

“Semua anak SD dan SMP, datakan dan serahkan ke Bupati. Yang SMA-SMK serahkan ke kami. Khusus mahasiswa, saya akan bicara langsung dengan Kepala LLDIKTI Wilayah NTT untuk menjajaki beasiswa atau keringanan biaya dari kampus masing-masing,” tegas Gubernur Melki, disambut tepuk tangan warga.

Baca Juga :  Gubernur Dan Wagub NTT, Minta Kejati Baru Percepat Penyelesaian Kasus Pembunuhan Ibu Dan Anak

Ia juga memastikan bahwa dalam kunjungan berikutnya, ia akan mengecek langsung progres pengadaan lahan hunian tetap yang salah satunya direncanakan di wilayah Nobeleto.

Tak Hanya Janji: Bantuan Langsung Disalurkan

Dalam kunjungan singkat itu, Gubernur NTT juga membawa bantuan makanan dan logistik dasar untuk warga. Meski terbatas, langkah ini menegaskan kehadiran negara di tengah kondisi darurat kemanusiaan yang masih berlangsung pasca-erupsi Lewotobi.

Sinyal Kuat Komitmen Pemerintah

Siaran resmi dari Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pendekatan langsung Gubernur dalam melihat kondisi lapangan, sekaligus membangun komunikasi dua arah antara masyarakat terdampak bencana dan pemerintah.

Baca Juga :  Diminta Meresmikan SPBU, Gubernur : Terima Kasih Kopdit Pintu Air

“Ini bukan kunjungan terakhir. Kami akan terus datang dan mendengar. Saudara-saudari kami yang terdampak tidak akan kami tinggalkan,” tegas Gubernur Melki.

Bukan Sekadar Pemulihan, Tapi Pembangunan Ulang

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada awal tahun 2024 telah memaksa ribuan warga mengungsi. Kini, lebih dari satu tahun berlalu, tantangan belum sepenuhnya usai. Namun semangat untuk bangkit mulai tumbuh, apalagi dengan dukungan nyata dari pemerintah.

Apa yang terjadi di Konga malam itu adalah gambaran sederhana namun kuat tentang sebuah pemerintahan yang tidak menutup telinga, dan masyarakat yang tidak menyerah meski diterpa bencana.