Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

PAD vs Realita: IRIS Kupang Siap Buka Semuanya

Reporter : Benyamin Jr Editor: Redaksi
pad-vs-realita-iris-kupang-siap-buka-semuanya
PAD vs Realita: IRIS Kupang Siap Buka Semuanya

Berbeda dari diskusi formal yang cenderung normatif, IRIS dirancang sebagai ruang uji publik yang menekan substansi, bukan sekadar narasi. Isu yang diangkat pun menyentuh titik paling sensitif dalam pengelolaan PAD mulai dari rendahnya kepatuhan wajib pajak, kualitas pelayanan SAMSAT, hingga efektivitas digitalisasi melalui e-SAMSAT yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan.

Panitia menegaskan, forum ini akan mengerucut pada satu pertanyaan kunci yang selama ini kerap dihindari:
apakah SAMSAT benar-benar efektif sebagai motor peningkatan PAD, atau justru terjebak dalam rutinitas administratif tanpa terobosan signifikan?

Dalam sistem yang melibatkan banyak institusi, persoalan sering kali tidak tampak di permukaan. Di balik itu, bisa saja tersimpan ketidakefisienan, lemahnya koordinasi, atau minimnya dorongan inovasi—faktor-faktor yang secara langsung berdampak pada rendahnya kepatuhan masyarakat.

Baca Juga :  Kunker Pertama Kapolda NTT Bertemu Bupati Malaka

IRIS mencoba membuka ruang itu.

Melalui format debat interaktif, setiap narasumber tidak hanya diminta memaparkan capaian, tetapi juga harus siap diuji, disanggah, bahkan dipertanyakan secara langsung oleh peserta dan publik. Pendekatan ini diharapkan menghadirkan diskusi yang lebih jujur bukan sekadar mempertahankan posisi, tetapi berani mengakui kelemahan.

Lebih dari sekadar forum diskusi, IRIS ditargetkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan aplikatif. Tidak berhenti pada wacana, tetapi mendorong perbaikan nyata dalam pelayanan publik, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah.

Baca Juga :  Wagub NTT Ucapkan Turut Berduka Atas Meninggalnya Frans Lebu Raya

Dengan mengangkat isu yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, IRIS diproyeksikan menjadi forum strategis untuk menguji tidak hanya kinerja SAMSAT, tetapi juga komitmen seluruh pihak dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan negara.

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya angka PAD melainkan kejujuran sistem dalam bekerja dan keberanian untuk memperbaikinya.