Harapan Dan Dukungan Praktisi Pariwisata Terhadap Pengembangan Pariwisata Malaka

  • Bagikan
Aloisius Bria Nahak Praktisi dan pelaku pariwisata

Kupang, Mensanews.com- Aloisius Bria Nahak Praktisi dan pelaku pariwisata mengungkapkan harapan dan dukungannya terhadap pengembangan pariwisata di kabupaten Malaka, dibawa pimpinan Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., dan Louise Lucky Taolin, S.Sos., sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

“Tentu kita sangat berharap pariwisata Malaka harus maju karena selama ini ya, minta maaf pariwisata Malaka ini lesuh padahal ada banyak tempat wisata seperti Hasan Maubesi, Motadikin, Loodik, Pantai Raihenek, Pantai Abudenok kemudian ada situs Makam Raja, situs budaya dan masih banyak lainnya”, sebut Alo Bria

Akan Tetapi, kata Alo Bria, dari sektor wisata sendiri belum mengekspos secara luas, baru sebatas kabupaten Malaka, sehingga yang menikmati atau yang mengetahui objek wisata hanya orang Malaka.

Baca Juga :  Tanggapi Pernyataan Kapolres Terkait 10 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ini Penjelasan Direktris RSSP Betun.

“Nah sebenarnya kalau mau supaya ada peningkatan kesejahteraan dari sektor pariwisata ini untuk masyarakatnya, jangan hanya orang Malaka yang tahu, maka harus ada istilah wisatawan domestik dan wisatawan manca negara. Jadi seluruh dunia harus tahu tentang Malaka terutama¬† potensi-potensi wisata apa saja di Malaka”, ungkap Alo Bria.

Tentu harus ada yang namanya fasilitas penginapan, restoran berhubungan dengan Bank, Kantor Pos, tempat-tempat galeri yang menyediakan sovenir-sovenir khas dari Malaka. Kemudian ada upaya pelestarian budaya yang misalnya dianggap punya potensi untuk membesarkan nama Malaka seperti Likurai, Tebe itu harus diangkat dan dilestarikan dan masih banyak budaya lain.

Baca Juga :  Kepala BNPB Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Alo Bria mengatakan ada budaya tumbuk sagu namanya akabelu itu salah satu khas dari nenek moyang yang sekarang ini tidak ada gaung lagi karna mungkin orang sudah hidup di zaman serba canggih dan hanya mengenal makan nasi dan makan jagung sehingga sudah hampir lupa makan sagu.

“Budaya Akabeluk itu hampir hilang dan harus dilestarikan kembali”, harap Alo Bria.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan pariwisata mesti ada peningkatan SDM dan skil yang bagus. SDM anak-anak daerah harus ditingkatkan terutama punya ilmu tentang bagaimana pelayananya, harus punya skil tentang bagaimana menyajikan, komunikasinya harus nyambung, komunikasi harus baik, ini semua harus ada untuk kamajuan sektor pariwisata.

Baca Juga :  Antisipasi Kerumunan Malam Tahun Baru 2022, Ini Pesan Bupati Malaka

Jadi kekuatan dari kemajuan sector pariwisata tentu terletak pada promosi wisatanya kemudian hospitalitinya, prodak yang ditawarkan, seperti destinasi wisata/objek wisata kemudian kalau berhubungan dengan kuliner makanan khas Malaka itu apa jadi prodaknya.

  • Bagikan