Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Beri Modal Dan Beli Hasil Karya Siswa SMAN Tobu Lewat Program TIMS, Julie Laiskodat: Mencintai Tenun Ikat Sebagai Warisan Leluhur

ELAS 03

Dengan demikian kata Julie Laiskodat, menenun bisa lestari sepanjang masa karena sudah masuk dalam kurikulum sekolah sebagai pembelajaran vokasional untuk penguatan kurikulum lokal.

Kehadiran Julie Sutrisno Laiskodat di SMA Negeri Tobu juga bertepatan dengan ulang tahun sekolah dan pelantikan pengurus OSIS serta panen perdana Ikan Lele dan Ikan Lele. Kehadiran sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini memberi energi baru bagi masyarakat setempat, para siswa dan para guru. Turut hadir pada kesempatan itu Asisten II Setda TTS, Camat Tobu serta perangkat desa setempat.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT,  Mathias M. Beeh, S.ST.Par yang turut mendampingi Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan Program Tenun Masuk Sekolah digagas oleh Julie Laiskodat semenjak tahun 2019. Program tersebut kata dia bertujuan untuk mengajarkan para pelajar sekolah menengah untuk memiliki keahlian tertentu.

Baca Juga :  PDIP NTT Menggelar Dialog dan Konsultasi Publik dalam Mengatasi Pertanian di NTT

“Program kolaboratif ini yang kita dorong ketika Bunda Julie merintis bagaiman tenun ikat masuk sekolah. Oleh karena itu selaku dinas teknis kita mendorong lewat surat edaran untuk percepatan untuk masuk kurikulum muatan lokal atau sejenisnya pada tingkatan sekolah menengah atau kejuruan,” jelas Mathias.

Terobosan Julie Sutrisno mengatakan kata dia saat ini sudah berjalan dan sudah  terlihat hasilnya tidak hanya di SMK tapi juga di SMA.  Hasilnya kata dia langsung dibeli oleh Julie Laiskodat sebagai ketua Dekranasda NTT.

Baca Juga :  KKBD Kota Kupang, Sukses menggelar Halal Bi Halal Dengan Meriah

” Jadi Tidak hanya di SMK-SMK saja. Di SMA juga sudah mulai dilakukan proses pembelajaran yang berbasis produk. Ini terobosan yang luar biasa dari Bunda Julie dimana Beliau melihat bahwa kegiatan menenun lebih banyak dilakukan oleh para orang tua. Ketika didorong dalam pembelajaran vokasional, para siswa atau kaum milineal diajak untuk mencintai dan melestarikan warisan intelektual para leluhur,” ujar Mathias

Ia mengatakan perhatian Julie Laiskodat memberi  bantuan alat tenun, benang dan membeli hasil tenun  merupakan apresiasi yang luar biasa atas kerja yang sudah dilakukan oleh para siswa.