“Kita punya banyak benur ini di seluruh NTT. Harga satu benur bisa capai 5 ribu rupiah. Ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat. Kita akan datangkan orang-orang yang terampil untuk melatih anggota Kopdit Pintu Air dan Kopdit lainnya supaya mampu lakukan budidaya benur. Untuk pakan bayi lobster ini, kita bisa budidayakan keong atau siput yang umumnya dianggap sebagai hama di sawah. Kita sedang kembangkan ini di Rote Ndao. Kita bisa jadi salah satu daerah penghasil lobster terbesar, ” jelas Gubernur VBL.
Sementara itu Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengemukakan Koperasi Pintu Air telah mengembangkan 10 usaha di sektor riil. Tawaran Gubernur untuk budidaya benur dan pakannya tentu menjadi peluang usaha sektor riil baru.
“Kami berharap bapak Gubernur dapat menghadiri peresmian SPBU Pintu Air. Kami juga siap untuk memfasilitasi anggota kami untuk budidaya benur dan pakannya,” jelas Yakobus Jano.
Menurut rencana, Peremian SPBU Nita milik Kopdit PintubAir tersebut akan dilakukan pada akhir Februari bersamaan dengan rencana kunjungan Kerja Gubernur ke Flores Bagian Timur.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Kepala Biro Umum NTT sekaligus Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT dan jajaran Pengurus Pintu Air.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










