Yohanes menambahkan adapun juga yang tidak kalah penting yaitu pemilihan pengurus dan pengawas.
“Untuk itu mari kita bersama-sama mempertahankan dengan baik-baik kerja dengan jujur kerja dengan ikhlas kerja dengan kompeten dan kerja positif,” tuturnya
Ia menegaskan bahwa untuk anggarannya kurang lebih 1,3 Miliar dan akan menggunakan seefisien mungkin, tidak ada kebohongan.
Yohanes mengakui bahwa lembaga ini milik orang-orang sederhana, orang-orang yang pakai sandal, orang-orang yang makan sirih pinang serta orang-orang yang pakai sarung dan disitulah yang menjadi kekuatan dari swasti sari.
“90% yang hadir disini sudah masuk sampai di kampung-kampung dan itu yang kami laksanakan, yang kami jalankan sebagai bentuk pelayanan terhadap raja-raja dan ratu-ratu yang sekarang sudah kurang lebih mencapai 150ribuan yang tersebar di Negara kesatuan Republik Indonesia yang harus dipertahankan dan harus ditingkatkan dan mempunyai aset sendiri 1 triliun, itu artinya tidak mudah tidak gampang,”tutur Yohanes
Hadir dalam kegiatan ini Deputi Perkoperasian, Ketua Inkopdit, Kadis Koperasi dan UKM provinsi NTT, mewakili Gubernur NTT, Puskopdit, Kepala Dinas Koperasi di 28 Cabang.
Dan yang sudah ikut bergabung, dari Larantuka, Surabaya, Denpasar.
Kegiatan dilakukan secara Ofline, Zoom, dan juga Streaming Youtobe.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










