“Kita sementara konsen penuh untuk penanganan dan pencegahan stunting sehingga melihat anak-anak seperti ini, hati saya sangat tergerak,” ungkap Bupati Simon yang bergelar doktor Hukum Internasional ini.
Bahkan bukan saja hati yang bergerak, tapi sudah ada aksi di lapangan melalui pemerintah desa dan kecamatan.
“Kita sudah melakukan pendataan di desa dan kecamatan untuk anak-anak yang stunting. Agar diberi perhatian khusus oleh pemerintah. Bersyukur sampai dengan saat ini, angka penurunan stunting turun secara signifikan mencapai 18 persen,” jelasnya.
Kepada Camat, Kepala Desa, para Guru dan stakeholder lainnya, Bupati Simon yang berpredikat pengacara itu meminta agar selalu memperhatikan masyarakatnya sambil berpegang teguh pada prinsip Bonum Commune Suprema Lex, hukum yang tertinggi adalah kesejahteraan rakyat.
Sesuai informasi dari Kapus Kaputu, untuk Kecamatan Sasitamean terdapat 52 orang anak dengan stunting yang mesti butuh penanganan khusus.
Sumber: (hk)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










