Bahkan, secara gambang salah seorang Advokat senior di Pulau Dewata ini menuturkan salah satu program kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka adalah memperkokoh adat istiadat.
“Terjemahan secara eksplisit dalam kehidupan harian kita di Malaka adalah upaya saling menghargai, saling menghormati, hakneter malu, hafolin malu. Inilah budaya kita yang sesungguhnya sejak nenek moyang,”
Menyoroti lagi kasus antara Kabag Prokopim Setda Malaka dan salah seorang staf itu, diketahui pelaku sudah memohon maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, sehingga upaya damai sudah ditempuh antara kedua belah pihak yang berlangsung di Mapolres Malaka.
“Bagi saya, ini sudah hukum yang tertinggi. Jika dibawa dalam konteks agama pun, kita selalu diajarkan hukum cinta kasih agar saling mengasihi dan mengampuni, sementara budaya kita juga mengijinkan hal yang sama untuk saling mengasihi dan mengampuni itu,” ujar Bupati SN
Ditanya, bagaimana hubungannya dengan pekerjaan, Bupati Simon Nahak yang selalu tampil low profile ini mengatakan, dalam kasus seperti ini pasti akan dilihat status hukumnya.
“Kalau statusnya ditangkap, ditahan atau dipenjara tentu saya tidak akan main-main, tapi kalau sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tentu saya harus hargai itu,” tutupnya.
Seperti diketahui, permasalahan antara Kabag Prokopim Setda Malaka Ahmad Nenometa dengan salah satu staf ASN di Malaka, Bonefasius Seran sudah dilakukan mediasi dan kedua belah pihak sudah berdamai di Mapolres Malaka pada hari Sabtu, (17/9/2022) lalu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










