Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Malaka Hargai Langkah Penyelesaian Masalah Secara Kekeluargaan

Editor: Redaksi
IMG 20220918 WA0047

Bahkan, secara gambang salah seorang Advokat senior di Pulau Dewata ini menuturkan salah satu program kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka adalah memperkokoh adat istiadat.

“Terjemahan secara eksplisit dalam kehidupan harian kita di Malaka adalah upaya saling menghargai, saling menghormati, hakneter malu, hafolin malu. Inilah budaya kita yang sesungguhnya sejak nenek moyang,”

Menyoroti lagi kasus antara Kabag Prokopim Setda Malaka dan salah seorang staf itu, diketahui pelaku sudah memohon maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, sehingga upaya damai sudah ditempuh antara kedua belah pihak yang berlangsung di Mapolres Malaka.

Baca Juga :  Empat Tahun Kepemimpinan Victory-Joss, Gubernur Minta SMSI Gelar Diskusi Publik Kritis

“Bagi saya, ini sudah hukum yang tertinggi. Jika dibawa dalam konteks agama pun, kita selalu diajarkan hukum cinta kasih agar saling mengasihi dan mengampuni, sementara budaya kita juga mengijinkan hal yang sama untuk saling mengasihi dan mengampuni itu,” ujar Bupati SN

Ditanya, bagaimana hubungannya dengan pekerjaan, Bupati Simon Nahak yang selalu tampil low profile ini mengatakan, dalam kasus seperti ini pasti akan dilihat status hukumnya.

“Kalau statusnya ditangkap, ditahan atau dipenjara tentu saya tidak akan main-main, tapi kalau sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tentu saya harus hargai itu,” tutupnya.

Baca Juga :  Simon Nahak: Kejahatan Hanya Bisa Dilawan Dengan Doa, Dan Semuanya Akan Lebur Bagaikan Garam Yang Dibuang Ke Laut

Seperti diketahui, permasalahan antara Kabag Prokopim Setda Malaka Ahmad Nenometa dengan salah satu staf ASN di Malaka, Bonefasius Seran sudah dilakukan mediasi dan kedua belah pihak sudah berdamai di Mapolres Malaka pada hari Sabtu, (17/9/2022) lalu.