Pada kesempatan itu toko masyarakat yang juga sebagai ketua BPD, bapak Mikhael mengatakan bahwa masyarakat sekitar sangat terganggu dengan air limbah bekas kotoran ayam tersebut.
“Kami yang tinggal disekitar pembuangan air limbah kotoran ayam potong tersebut sangat terganggu dengan bau amis yang menyengat dan mengganggu aktifitas petani saat mencabut padi karena mengalami gatal-gatal dibagian badan akibat aliran pembuangan yang masuk kedalam penampungan air irigasi yang airnya sampai ke sawah-sawah”, kata Mikhael.
Sementara itu pengeluhan yang sama juga dikatakan kepala Dusun Aihun, Leonardus Mau, bahwa ketika air penampungan tersebut kering, bau akan lebih menyengat.
“Ketika airnya kering bau sangat menyengat dan imbasnya ke kami yang tinggal disekitar, harusnya pipa aliran pembuangan limbah tersebut tidak boleh disalurkan masuk ke penampungan air irigasi”, tutur Leonardus.
Leonardus menyarankan kepada pemilik peternakan ayam potong tersebut agar jika memungkinkan pipa pembuangan dipindahkan ke jalur yang lain sehingga tidak mengganggu aktifitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










