Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  
Topik :  , ,

Sidak VS Joki Ala Kabupaten Kupang

IMG 20190613 WA0038

Obrolan tidak resmi beberapa orang wartawan di kedai kopi dengan topik sederhana tentang Sidak Wabup Kupang VS Joki Perjalanan Dinas, muncul analisa bahwa Joki Perjalanan Dinas hanyalah pengalihan isu dan pengalihan topik saja.

Alasan yang di kemukakan dalam obrolan kedai kopi mungkin bisa menjadi bahan diskusi baru. Kenapa kemudian ada upaya pengalihan isu dari Sidak ke joki perjalanan dinas, siapa yang merancang serta siapa yang diuntungkan?

Awak media berusaha membedah pertanyaan yang mungkin di mata para politisi sangat gampang untuk di kenali. Jawaban dari pertanyaan itu, bahwa sidak Wabup Kupang ternyata memberi daya dorong luar biasa. Sidak itu kemudian memberi signal bahwa banyak orang terindikasi mulai merasa tidak nyaman, di liputi ketakutan dan rasa nyaman selama ini sepertinya mulai di usik oleh Wabup Kupang.

Nyaman dari hal apa. Nyaman dari tindakan indisipliner, nyaman dari kerja ABS (Asal Bapak Senang), nyaman dari upaya mencari alasan pembenaran diri, dan mungkin pula nyaman dari upaya memperkaya diri (indikasi saja).

Baca Juga :  Tarif Trump, Biaya Mendominasi

Isu joki perjalanan dinas terkesan di rencanakan. Isu perjalanan dinas tanpa sengaja di bocorkan ke media tertentu saja. Tujuannya sederhana yaitu agar publik tau, namun pemberitaan sangat vulgar soal itu hanya untuk satu atau dua kali dan selanjutnya sang pemberita awal kemudian mundur teratur. Agar memenuhi rasa penasaran publik, media lain kemudian di dorong untuk meneruskan pemberitaan.

Pihak penegak hukum (Polres Kupang) pun seperti sangat hati – hati dalam mendalami isu joki ini, hingga saat ini Polres Kupang belum memberi pernyataan resmi terkait perkembangan kasus apakah status kasus ini masih penyelidikan atau sudah di tingkatkan menjadi penyidikan. Dengan demikian sangat pantas kalau di gunakan kata isu.

Dalam isu joki ini, Komitmen Bupati Kupang Korinus Masneno dan Wakil Bupati Jerry Manafe sebenarnya sedang di uji oleh publik. Apakah komitmen sesuai tagline saat kampanye masih kuat atau telah tergerus habis.

Sebab, dalam isu joki perjalanan dinas itu, Wabup Kupang turut di kaitkan. Santer beredar isu di masyarakat bahwa Wabup Kupang Jerry Manafe berada di balik isu joki perjalanan dinas dengan tujuan ingin melemahkan fungsi DPRD sebagai lembaga. Sangat sedih melihat kondisi ini.

Baca Juga :  Pemeriksaan Patch Test Pada Pasien Dermatitis

Isu joki perjalanan dinas ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi ingin mengibarkan bendera perang antara pemerintah dan lembaga DPRD Kabupaten Kupang, namun di sisi lain juga ingin merusak komitmen Bupati dan Wakil Bupati Kupang.

Secara implisit dapat di tafsirkan bahwa pesan utama yang ingin di sampaikan yaitu untuk membungkam Wabup Kupang agar jangan lagi melakukan sidak sebagai bentuk nyata tugas Wabup melakukan pengawasan internal.

Wabup Kupang dalam pusaran isu joki perjalanan dinas hendak di beri pesan bahwa sebagai mantan anggota DPRD sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD pun sejatinya mengerti akan praktek – praktek demikian.

Dengan kendornya pengawasan internal oleh Wabup Kupang akibat “dipaksa”, maka ASN akan semakin leluasa bermain peran maka Kabupaten Kupang akan tetap seperti ini hingga kiamat.

Menarik untuk di tunggu apa ending dari isu joki perjalanan dinas. Ibarat bermain catur maka Joki perjalanan dinas yang rata – rata tenaga honor daerah dan/atau sebutan lain yang relevan akan di korbankan menjadi pihak pesakitan.

Baca Juga :  Tokoh Agama Harus Bisa Ajak Umat untuk Hayati Perbedaan dengan Rileks

Harapan Masyarakat

Sebagai masyarakat Kabupaten Kupang, penulis ingin daerah menjadi lebih baik. Duet Bupati dan Wakil Bupati Kupang dalam masa kepemimpinan yang telah di percaya oleh sekitar 34 ribu orang lebih harus tetap memiliki komitmen merubah wajah daerah yang selama ini “tidur”.

Terlebih sekitar 110 ribu orang lebih yang tidak memilih paket komitmen tetap setia menunggu apa gebrakan yang akan dilakukan demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat.

Masyarakat memang tidak banyak menuntut perubahan seketika, namun paling tidak ada tindakan nyata yang di lakukan. Sebab, duet pemimpin ini pun menerima estafet kepemimpinan dengan kondisi daerah yang biasa saja sehingga untuk menjadi luar biasa memang memerlukan kerja keras.

Sebagai upaya nyata, maka sidak Wabup Kupang mesti tetap dilakukan, tidak peduli apa pun kondisinya. Sementara Bupati Kupang tetap memikirkan dan mengeksekusi kebijakan – kebijakan pembangunan daerah.