Kelucuan lainnya saat seorang penghuni panti bernama Jariyatun, 80 meminta Ganjar untuk memijat badannya. Sambil merayu, Jariyatun nglendot ke Ganjar dan meminta dipijat badannya.
“Pak pijitin pak, aku pengen dipijet pak gubernur. Kapan maneh coba (kapan lagi coba),” kata dia.
Ganjar pun mengiyakan permintaan Jariyatun. Ia memijit badan nenek asal Lumajang, Jawa Timur itu dengan senang hati.
“Enak pak pijetane (enak pak pijitannya), seneng aku,” ucapnya sambil tersipu malu.
Ganjar sendiri begitu bahagia bisa bertemu dengan ibu-ibu penghuni panti Wredha Ngaliyan itu. Menurutnya, meski hanya berkunjung, namun hal itu dapat menjadi kebahagiaan bagi mereka.
“Mungkin karena jarang ada yang mengunjungi mereka, jadi saat ada yang datang mereka sangat senang. Ada rasa persaudaraan, mereka bisa bercerita dan bercanda bersama. Ini sesuatu yang membahagiakan, apalagi momentnya pas peringatan Hari Ibu, jadi saya hanya ingin berbagi cerita saja tentang bagaimana kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Ganjar.
Ganjar pun mengajak anak-anak muda khususnya generasi millenial untuk bisa menghargai orang tua. Sesekali lanjut Ganjar, anak muda harus berkunjung ke panti-panti sosial, mengunjungi anak yatim piatu dan tempat-tempat seperti ini.
“Sekedar berkunjung dan memberikan hiburan, pasti akan banyak manfaat yang didapat. Minimal ada dua pelajaran yang bisa diambil, yakni bagaimana memahami orang lain serta mendidik kita membangun kepekaan sosial,” tutupnya.
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻✍🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










