Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Reses di SMAN 2 Sulamu, Winston Rondo Soroti Ruang Kelas Darurat yang Bertahan Hampir 10 Tahun

Reporter : Ollchan

Winston menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena lingkungan belajar turut memengaruhi konsentrasi dan kualitas pembelajaran siswa.

“Kalau anak-anak sudah kesulitan berkonsentrasi karena kepanasan dan suara antarkelas saling mengganggu, kondisi itu harus menjadi perhatian serius. Mutu pendidikan juga ditentukan oleh kelayakan tempat anak-anak belajar,” katanya.

Ia memastikan akan membawa kebutuhan ruang kelas SMAN 2 Sulamu ke dalam pembahasan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Menurut Winston, penanganan persoalan tersebut perlu diawali dengan pemeriksaan kondisi bangunan, kejelasan dokumen tanah, serta penyusunan perencanaan pembangunan yang dapat dilaksanakan secara bertahap.

Baca Juga :  Lagu Beta Jatuh Hati Bikin Plt Kadis Dikbud Malaka dan Mahasiswa Unwira Kupang Gembira Ria

Selain persoalan infrastruktur, dalam reses tersebut Winston juga menerima aspirasi terkait kejelasan status tujuh guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, kesulitan pengurusan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bagi tenaga honorer, serta kebutuhan fasilitas penunjang pembelajaran.

Ia menilai bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak cukup hanya dengan memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pemerintah juga perlu memperhatikan kelayakan ruang kelas dan kepastian bagi tenaga pendidik yang selama ini menjaga proses pendidikan tetap berjalan.

Baca Juga :  Gubernur NTT, Melki Laka Lena Hadiri Pelantikan dan Rakerda IV GAMKI NTT: Dorong Pemuda Kristen Jadi Pemimpin Tangguh

“Anak-anak di Bipolo berhak mendapatkan ruang belajar yang layak. Guru-guru yang selama ini menjaga sekolah tetap berjalan juga perlu mendapat kepastian dan perhatian,” tegas Winston.

Bagi Winston, kondisi SMAN 2 Sulamu menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan harus ditindaklanjuti secara konsisten. Gotong royong masyarakat dalam merintis sekolah perlu dijawab dengan dukungan pemerintah agar siswa tidak terus belajar di ruang darurat yang telah digunakan selama bertahun-tahun.