Dibutuhkan Kasih dan Kolaborasi dalam Pengelolaan Universitas

  • Bagikan

MENSNEWS.COM (KUPANG,NTT)”Perguruan tinggi atau universitas dalam pelaksanaannya dibutuhkan kasih. Kasih ini dimiliki dan dilakukan oleh semua orang. Kalau kita mengatakan bahwa mengelola perguruan tinggi dengan hati maka keserasian perasaan di antara civitas akademika, di antara komponen-komponen yang bergerak di bidang pendidikan, kasih ini harus dibutuhkan. “Saya sangat sependapat bahwa ada komitmen, ada akhlak”, kata Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM saat memberikan sambutan pada Acara Pelantikan Rektor dan Wakil-Wakil Rektor Universitas Citra Bangsa Masa Jabatan 2020-2024.

Pelantikan Rektor Universitas Citra Bangsa (Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes) dan 2 orang Wakil Rektor yakni Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Administrasi Umum dan Keuangan (Yoseph Liem, M.Ar) dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama (Heryon Bernad Mbuik, S.PAK, M.Pd) Universitas Citra Bangsa Masa Jabatan 2020-2024 oleh Ketua Dewan Pengurus Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (Ir. Benny Ndoenboey, M.Si) dilaksanakan di Gedung Utama Citra Bangsa, Lt. 5 Kayu Putih Kota Kupang, Kamis 27/08/2020.

Baca Juga :  30 Sekolah Siap Ramaikan Festival SMA/SMK Swasta se NTT

“Suatu perguruan tinggi mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus ada kolaborasi, harus ada harmonisasi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan universitas dan pimpinan-pimpinan program studi ((prodi) maupun terhadap mahasiwa dan bagaimana kita menularkan kepada mahasiswa”, jelas Josef. “Mari kita berkolaborasi, tidak hanya sekedar koordinasi tapi berkolaborasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi yang ada di Nusa Tenggara Timur’, kata Josef.

“Ada suatu istilah dalam bahasa latin yaitu Non Scholae, Sed Vitae Discimus, artinya kita belajar bukan untuk sekolah tapi kita belajar untuk hidup, maka lahirlah lembaga-lembaga pendidikan di dunia ini. Perguruan tinggi sekarang memiliki gedung, struktur organisasi, memiliki tata kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, kehadiran universitas sangat kita butuhkan. Di dalam perguruan tinggi ada perubahan yang luar biasa dan sangat cepat”, ungkap Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Baca Juga :  Dorong Produk SMK Masuk Pasaran

“Sekali lagi saya meminjam istilah yang dipopulerkan para ahli pedagogi, para ahli pendidikan guru. Karena bagaimanapun juga proses dedaktik metodik, proses belajar mengajar tidak terlepas dari pedagogik. Tempora Mutantur, Nos Et Mutamur In Illis (waktu berubah, kita juga harus berubah di dalamnya), tidak bisa tidak, kita harus berubah, begitu juga perguruan tinggi harus terus berubah dan berkembang dalam mewujudkan generasi yang berkualitas”, jelas Josef.

Selanjutnya beliau mengatakan, menjadi seorang pendidik tidak sama dengan hanya seorang menjadi pengajar. Seorang pengajar hanya transfer of knowledge. Walaupun definisi pendidikan sekarang sudah berubah tapi substansinya pasti tetap berlaku. Definisi pendidikan dari pedagogik yaitu proses kegiatan yang terdiri dari bimbingan, pengajaran dan atau latihan yang ditularkan kepada generasi muda untuk memiliki kompetensi, dan kompetensi itu salah satunya adalah akhlak. “Kita lihat kalau kompetensi memiliki knowledge, skill dan attitude. Attitude itu salah satunya adalah akhlak”, kata Josef.

Baca Juga :  Belajar Dimasa Pandemi Covid-19 Varian Terbaru Linus Lusi: NTT Akan Menjadi Role Model Bagi Provinsi Lain.

Josef mengatakan menjadi pendidik tugasnya adalah sangat mulia dan berat. Kalau hanya ngajar, oke, transfer of knowledge. Datang, baca buku, transfer of knowledge selesai. Tetapi pedagogik bukan itu. Pedagogik bisa bimbingan, bisa konseling, bisa pengajaran dan/atau latihan.

  • Bagikan