“Saya berkeinginan semua perguruan tinggi di NTT dapat bersinergi dengan pemerintah daerah terlebih di bidang penelitian dan pengembangan, karena salah satu ciri dari perguruan tinggi adalah kebenaran ilmiah. Kenapa ?, kalau pemerintah tidak menggunakan kebenaran ilmiah yang ada di perguruan tinggi maka kebenaran yang ada di pemerintah itu diragukan, karena satu-satunya undang-undang yang menyatakan harus berprinsip kepada kebenaran ilmiah adalah undang-undang pendidikan”, jelas Josef.
Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi XV Wilayah NTT (L2Dikti XV NTT), Ade Erlangga Masdiana, M.Si mengatakan, Universitas Citra Bangsa (UCB) harus melakukan proses adaptasi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang baru, terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan.
“Saya yakin dibawah pak Paul dan pak rektor UCB akan mejadi besar. Kuncinya dengan kasih dan ada komitmen bagaimana mengembangkan pendidikan di NTT. Kita bekerja dengan hati bukan dengan egoisme, napsu dan merasa hebat. Kalau kita memimpin dengan hati, kita semua akan sukses. Kita bersinergi maka ada peluang kuat di bidang kesehatan sehingga ada peluang supply perawat keseluruh dunia. UCB dan perguruan tinggi lain di NTT dapat mengakses dan bekerjasama serta menangkap peluang yang bagus di negara lain. Peluang kerjasama kita kembangkan bersama-sama supaya NTT bisa melesat cepat. Kita bersinergi untuk bagaimana meningkatkan pendidikan di NTT”, kata Ade.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM), Ir. Abraham Liyanto, mengatakan, Motto CBIM adalah KASIH yaitu Komitmen, Akhlak, Sinergitas, Integritas dan Harmonis akan menjadi spirit dalam memajukan Universitas Citra Bangsa khususnya pada dunia pendidikan untuk pembangunan sumber daya manusia di NTT. “Motto melayani dengan kasih yaitu komitmen, akhlak, bersinergi, bertanggungjawab punya integritas, kalau semua bekerja kita akan bekerja dengan bersama-sama atau harmoni”, ungkap Abraham. Hal ini dibuktikan dengan Universitas Citra Bangsa dapat meraih 5 (lima) medali perunggu pada olimpiade informatika tingkat nasional dari 34 provinsi dengan partisipan 350 kampus dan diikuti 2.100 peserta.
“Mari kita sama-sama melayani seluruh mahasiswa, siswa, seluruh masyarakat khususnya bidang pendidikan dengan kasih. Harapan saya untuk rektor baru, di era globalisasi kita harus berani move on, bergerak cepat, kita harus buat terobosan untuk kemajuan Universitas Citra Bangsa dan daerah NTT”, harap Abraham.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala LPMP NTT (H. Muh Irfan), para dosen, civitas akademika, rohaniawan dan keluarga, undangan dan para insan pers.
Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










