Kupang, Mensanews.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebanggaan budaya lokal, dua tokoh penting yakni Founder of AFC, Ernest Prayuda, bersama rekannya Sudarmawan TJandra, mendapat sambutan istimewa saat tiba di Bandara Eltari Kupang, Rabu pagi (23 Juli 2025).
Eagle Team AFC NTT secara khusus menyambut mereka dengan mengenakan kain tenun tradisional Belu, yaitu Talik Raimanus, serta memberikan destar khas Lidak dan selendang tenun Sui simbol penghormatan yang kaya makna budaya dari Nusa Tenggara Timur.
Simbol Penghargaan dan Kepemimpinan
Prosesi penyambutan ini bukan sekadar seremoni, tetapi mencerminkan nilai luhur masyarakat NTT dalam menghormati tamu, terutama mereka yang dianggap memiliki kontribusi atau posisi kepemimpinan. Destar berbentuk kupu-kupu yang dikenakan di kepala oleh para penjemput merupakan atribut khas dari masyarakat Lidak, Kabupaten Belu melambangkan status sosial tinggi, kepemimpinan, serta kebijaksanaan dalam berpikir.
Sementara itu, selendang Sui dan kain Raimanuk yang dikenakan atau diberikan, dikenal memiliki motif yang rumit dan eksklusif, menandai ketangkasan, ketelitian, dan warisan budaya yang kuat. Tak semua orang mampu membuat tenunan ini, menjadikannya simbol status yang hanya diberikan pada individu terpilih.
“Ini adalah bentuk penghargaan kami terhadap para pemimpin, baik dari dalam maupun luar daerah. Menyambut mereka dengan tenun asli Belu adalah wujud dari jati diri dan kebanggaan kami sebagai masyarakat NTT,” ujar salah satu anggota Eagle Team Evi Klau.
Makna Budaya Kain Raimanuk
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










