Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Penghormatan Budaya NTT: Ernest Prayuda dan Sudarmawan TJandra Disambut dengan Kain Tenun Belu di Bandara Eltari Kupang

Reporter : Ollchan
IMG 20250723 WA0028

Kupang, Mensanews.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebanggaan budaya lokal, dua tokoh penting yakni Founder of AFC, Ernest Prayuda, bersama rekannya Sudarmawan TJandra, mendapat sambutan istimewa saat tiba di Bandara Eltari Kupang, Rabu pagi (23 Juli 2025).

Eagle Team AFC NTT secara khusus menyambut mereka dengan mengenakan kain tenun tradisional Belu, yaitu Talik Raimanus, serta memberikan destar khas Lidak dan selendang tenun Sui simbol penghormatan yang kaya makna budaya dari Nusa Tenggara Timur.

Simbol Penghargaan dan KepemimpinanIMG 20250723 WA0030

Baca Juga :  NTT Dan NTB Jadi Tuan Rumah POPNAS 2023, Ketua Umum KONI NTT Temui Ketua KONI Pusat

Prosesi penyambutan ini bukan sekadar seremoni, tetapi mencerminkan nilai luhur masyarakat NTT dalam menghormati tamu, terutama mereka yang dianggap memiliki kontribusi atau posisi kepemimpinan. Destar berbentuk kupu-kupu yang dikenakan di kepala oleh para penjemput merupakan atribut khas dari masyarakat Lidak, Kabupaten Belu melambangkan status sosial tinggi, kepemimpinan, serta kebijaksanaan dalam berpikir.

Sementara itu, selendang Sui dan kain Raimanuk yang dikenakan atau diberikan, dikenal memiliki motif yang rumit dan eksklusif, menandai ketangkasan, ketelitian, dan warisan budaya yang kuat. Tak semua orang mampu membuat tenunan ini, menjadikannya simbol status yang hanya diberikan pada individu terpilih.

Baca Juga :  Ajak Balai Konservasi SDA Berperan Aktif Bangun NTT, Ini Harapan Wagub NTT

“Ini adalah bentuk penghargaan kami terhadap para pemimpin, baik dari dalam maupun luar daerah. Menyambut mereka dengan tenun asli Belu adalah wujud dari jati diri dan kebanggaan kami sebagai masyarakat NTT,” ujar salah satu anggota Eagle Team Evi Klau.

Makna Budaya Kain Raimanuk IMG 20250723 WA0032