Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Aksi Penutupan Jalan Cabang Tilong, Ini Alasannya.

jalannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Tampak Jalan cabang Tilong Yang ditutup Warga

Jangka waktu yang diberikan 3 hari dan itu pun Masyarakat minta hanya siram saja tapi ternyata waktu itu hanya satu perusahaan milik Haji Rahman yang melaksanakan kesepakatan tersebut. Jadi akhirnya dia juga berpikir yang pakai jalan kan bukan hanya perusahaannya, jadi kemudian akhirnya tiba-tiba berhenti menyiram jalan tersebut.

Jadi kita sebagai masyarakat berpikir bahwa perjanjian mereka terhadap masyarakat omong kosong saja. Berbicara bikin enak mulut supaya kita pun telinga ini dengar supaya kita pu hati senang ternyata dibalik itu semua putar balik.

Bukan kita berpikir bahwa perusahaan membohongi kita tapi dari cara mereka seperti ini sehingga kita menyimpulkan seperti itu karena yang merasakan dampak dari kerusakan jalan ini adalah masyarakat.

Baca Juga :  Kaban BPKAD Sikka Paparkan Proper TAPAK SIKKA untuk Optimalkan Aset Daerah: Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber PAD

Dan kami berhak untuk berbicara apa saja karena ini bukan demi pribadi saya tetapi demi masyarakat demi banyak orang. Apalagi demi anak-anak maka itu kita perjuangkan ini bukan untuk kepentingan pribadi. Besok-besok kita sudah meninggal tapi yang merasakan anak cucu kita, keturunan kita. Mereka juga pasti ingin merasakan apa yang pemerintah perbuat.

Toko Mayarakat RT.038 yang hadir pada saat itu, Add Hamburk menuturkan bahwa dampak terburuk akibat dari tanah putih bukan saja menuimbulkan debuh, tetapi juga menimbulkan kecelakaan yang berujung kematian, karena jalannya licin akibat hujan kali lalu.

Baca Juga :  KASAD Jenderal Dudung Resmikan Satuan Yonarhanud 9/AWJ dan Yonarmed 20/BY.

“Kami mau kejar vendor yang turunkan tanah putih menyebabkan debuh hingga kematian, dan lebih parahnya tidak ada empati sedikitpun terhadap korban kecelakaan dijalan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab mereka yang menurunkan timbunan tanah putih tersebut”, tutur Hamburk dengan nada kesel.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT. 037   Ferdinand Gasperz , bahwa  sebelum bendungan tilong dikerjakan jalan ini sudah ada. Dan ini asset dari kabupaten Kupang, karena jalan ini berada di wilayah kabupaten Kupang.

“Kami berharap pemerintah dan DRPR setempat tolong memberikan perhatian kepada masyarakat di desa Noelbaki, khususnya di cabang tilong, agar secepatnya, memperbaiki jalan ini walaupun tidak 100% tetapi dapat mengurangi dampak yang mengakibatkan polusi dan kecelakaan”, ungkap Ferdy  penuh harap.

Baca Juga :  Buka Kegiatan Sikat Gigi Masal Anak PAUD, Bupati Simon: Ada Semangat Baru Setelah Kembali

Dan  informasi yang diperoleh media  hari Minggu (27/6/2021), dari salah satu tokoh masyarakat Adrianus Hamburk bahwa, perusahaan yang menjanjikan akan menurunkan material, yang  sempat hadir kemarin di lokasi cabang Tilong, belum memberikan kepastian kapan bisa menurunkan material  berupa sertu tersebut.( Oll)