“Media dan politik dua sisi dari satu keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kita bicara politik akan butuh media. Kalau kita dikenal bagaimana kita disukai dan dipilih,” terang Crist.
Menurut Wakil Anggota DPRD NTT ini, partai Politik harus mampu bersosialisasi kepada media.
“Partai politik jiga begitu, tidak dikenal tidak disukai akan tidak dipilih. Bicara politik tiga hal itu harus di pakai,” jelas Wakil Ketua DPR NTT itu.
Menurut Crist, media memiliki banyak peran dimana dimana politik dan media saling membutuhkan.
“Media punya sejumlah peran dan banyak peran media. Kita bicara politik butuh media untuk membantu dalam mendukung publikasi kegiatan-kegiatan partai yang menyentuh langsung pada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Crist, di era digital saat ini harus dapat dibedakan dimana media yang patut diperhitungkan maupun media media sosial.
“Berbicara politik harus dapat membedakan mana yang media mainstream vs medsos. Kader-kader partai NasDem harus mampu membedakan informasi yang hoax dan tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kader partai harus dapat membedakan mana informasi yang bersifat jurnalistik maupun yang sekedar informasi yang sifatnya hoax.
“W5 + 1H itu harus memenuhi unsur itu cofer boatside, hal ini yang dapat membuat seseorang mengetahui apakah karya jurnalistik itu sifatnya informasi yang dapat dipercaya ataukan informasi hoax,” terangnya.
Menurutnya, jurnalis tidak pernah mati walaupun media lambat laun tidak ada lagi, namun karya jurnalistik akan terus ada.
“Jurnalistik itu tidak pernah mati walaupun medianya tidak ada karya jurnalistik itu tetap akan terus ada. Politik dan media tidak pernah terpisahkan, karena saling membutuhkan baik menyampaikan aktivitas politik maupun informasi kepada masyarakat umum,” jelasnya.
Menurut, Wakil Ketua DPRD ini, politik tampa media pada hakekatnya imposible
“Politik tanpa media saat ini Imposibel. Dikenal, disukai dan dipilih itu salah satu acuan kita sebagai politisi untuk dikenal orang,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kader NasDem penting untuk menyebarkan spirit restorasi.
“Spirit itu harus sampai ke publik dan kita perlu menggunakan media.
“Penggunaan media harus benar-benar selektif karena banyak media yang bermunculan saat ini.Tidak boleh terpengaruh dengan hoax,” tandasnya. (*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










