Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Simon: Saya Tipe Manusia Yang Tidak Bisa Dipengaruhi Dan Diintervensi

foto bupati Simon022

Ia mengatakan menjadi bupati malaka, bukan bupati SN-KT, karena SN-KT itu paket yang menggiringnya untuk menjadi Bupati dan wakilnya Bapak Kim Taolin. Tetapi setelah menjadi bupati harus melayani semua masyarakat Malaka.

“Sebab saya menjadi bupati Malaka, bukan bupati SN-KT lagi karena SN-KT itu paket yang menggiring saya untuk menjadi Bupati dan wakil Bupati bersama Adik Kim Taolin. Dan setelah menjadi bupati saya harus melayani semua masyarakat Rai Malaka, karena saya sudah menjadi milik seluruh masyarakat Malaka, Saya sudah menjadi bapak nomor satunya Malaka, Saya tidak boleh mencerai-beraikan. Saya harus merangkul dan menyatukan mereka untuk kemudian bersama-sama membangun Rai Malaka”, tegasnya.

Dirinya mengakui secara manusiawi memang ada sentiment-sentimen politik, dan ada rasa kecewa itu pasti, tetapi ia mengingatkan bahwa kita adalah pengikut Tuhan Yesus,dan pekerjaan yang sangat mulia adalah mengampuni sesama ketika sesama bersalah kepada kita. Tinggalkan kecewa, tinggalkan sentiment, tinggalkan amarah, dan mari sama-sama bergandengan tangan untuk membangun Rai malaka yang tercinta ini.

Baca Juga :  Ansel Bahy: IKM Kuncinya Cuma Ada Di Guru

“Masyarakat yang mau menerima saya, dan kepala desa yang mau menerima saya, pasti saya datangi, dan jika tidak menerima sayapun, tetap saya harus paksakan berkunjung karena saya sebagai bupati, dan ini wilayah kekuasaan saya”, tuturnya.

Diakhir sambutannya Bupati Simon kembali menegaskan kehadirannya di desa manapun bukan berarti ia mendukung salah satu kepala desa tersebut, tetapi ia tahu bahwa tanpa masyarakat dirinya tidak akan menjadi seorang bupati, sehingga wajib baginya mengunjungi setiap kecamatan dan desa yang ada di kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Bupati Simon: Manusia Berhasil Itu Pemberani Bukan Pengecut

“Kehadiran Saya di desa manapun itu bukan berarti saya mendukung kepala desa yang bersangkutan, tetapi Saya menyadari bahwa tanpa masyarakat Saya tidak bisa menjadi seorang bupati, ini sudah menjadi kewajiban seorang kepala daerah mengunjungi masyarakatnya. Dan siapapun yang mau maju menjadi kepala desa silahkan, tetapi ketika sudah terpilih jangan coba-coba mencuri uang negara, karena tidak ada tolerir, auditpun akan terus berjalan selama Saya masih menjabat sebagai Bupati,” Tutupnya.