“Kalau saya pikirkan lagi, kalau Pak Simon tidak mengambil kebijakan ini, pembangunan jalan di Dapil 3 tidak akan seperti sekarang. Jalan yang dulu rusak dan terabaikan, kini sudah banyak yang hotmix dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Roby
Keputusan Bupati Simon untuk membekukan Teda juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya efektivitas penggunaan anggaran dalam pemerintahan.
Anggaran yang selama ini dialokasikan untuk Teda yang tidak memberikan kontribusi nyata kini bisa dialihkan untuk pembangunan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Roby juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Meskipun pada awalnya mungkin keputusan tersebut tidak populer, namun jika dilihat dari dampak jangka panjangnya, kebijakan yang diambil ternyata sangat bermanfaat.
“Ini adalah pembelajaran bagi kita semua, bahwa sebuah kebijakan perlu dikaji dari berbagai sisi. Kebijakan yang dulu saya anggap salah, ternyata membawa dampak positif bagi pembangunan daerah kita.
Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Simon yang telah berani mengambil langkah tersebut,” tambah Roby.
Melalui perubahan pandangannya ini, Roby Koen menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan kemampuan untuk mengakui kesalahan serta belajar dari pengalaman. Sebagai Aktivis Ia berharap agar masyarakat lebih memahami bahwa kebijakan yang sulit diterima sekalipun, jika ditinjau dengan lebih hati-hati, bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk kemajuan daerah, khususnya kabupaten Malaka tercinta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










