Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT: Pemimpin Harus Bisa Menangis Melihat Penderitaan Masyarakatnya

IMG 20201008 WA0063

“Tahun 2022 atau 2023, setelah manusia dunia mengalami stres luar biasa akibat pandemi virus covid19 ini, manusia dunia akan cari kedamaian. Dan pasti minimal 0,1 persen dari manusia seluruh dunia yang hobby traveling atau keliling akan memilih Labuan Bajo. Peranan gereja sangat penting di sini untuk memberdayakan masyarakat kita agar orang NTT, orang Flores tidak jadi penonton dan terpinggirkan akibat kemajuan pariwisata,” pungkas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Uskup Ruteng, Monsinyur Siprianus Hormat mengatakan, tugas dan tanggung jawab sebagai seorang uskup bukanlah tugas yang mudah.

“Sebagai pastor atau gembala di keuskupan ini, adalah sebuah kepercayaan dan tanggung jawab yang mesti dijalankan dengan penuh kesetiaan, pengorbanan, kesabaran dan rendah hati. Mari kita berjalan dan bergandengan tangan. Adalah tugas seorang gembala untuk tidak hanya menuntun, tapi menempatkan diri sebagai seorang teman, rekan dan sahabat bagi umat. Gembala tidak boleh minum air sebelum domba minum. Yang diutamakan dan diprioritaskan adalah kesejahteraan umat dan masyarakat,” jelas Monsinyur Sipri.

Baca Juga :  Gubernur NTT Beri Apresiasi Yayasan Swisscontact

Reporter ; Humas NTT

Editor      : Maria B