Kupang, Mensanews.com – Kehadiran Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) di Kota Kupang menandai babak baru dalam penguatan sistem pertahanan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Komandan Batalyon Arhanud 32, Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro, menegaskan bahwa pembentukan satuan baru ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat postur pertahanan darat, laut, dan udara Indonesia.
Hal itu disampaikan Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro kepada media di Kupang, Rabu (13/5/2026), saat menjelaskan perkembangan pembangunan markas dan kesiapan operasional satuan Arhanud yang kini mulai berproses di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kebetulan ini adalah program Bapak Presiden untuk membentuk satuan-satuan baru, baik di darat, laut, maupun udara. Dari TNI Angkatan Darat dibentuk 100 batalyon baru yang awalnya dinamakan batalyon teritorial pembangunan. Dari pihak Pasgat sendiri mendapat alokasi lima satuan baru, begitu juga Marinir mendapat lima satuan baru,” jelasnya.
Menurutnya, dari lima satuan baru yang dialokasikan untuk Korps Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), sebagian besar difokuskan di wilayah Indonesia Timur. Dua satuan ditempatkan di Biak, satu di Jayapura, satu di Kupang, dan satu lainnya semula direncanakan di Timika, namun kemudian dipindahkan ke Lampung berdasarkan kebijakan pimpinan TNI Angkatan Udara.
“Setelah diresmikan langsung oleh Presiden, kami mulai berkantor di Kupang. Ini menjadi bagian penting dari pembangunan sistem pertahanan nasional, khususnya di sektor udara,” ujarnya.
Markas Strategis di Gerbang Bandara El Tari
Sebagai bentuk kesiapan jangka panjang, markas permanen Divisi Arhanud kini sedang dibangun di lokasi strategis, tepat di depan Bandara Bandara El Tari, berhadapan langsung dengan pintu masuk utama bandara.
Saat ini, prajurit Arhanud masih menempati fasilitas sementara sambil menunggu pembangunan tahap pertama rampung.
“Sekarang kami masih menumpang di kompi yang ada. Sebenarnya masih sesama Pasgat, tetapi beda divisi. Kalau yang di sini adalah Divisi Para, sedangkan kami Divisi Arhanud. Prajurit kami sudah mulai tertampung di barak sejak November tahun lalu,” ungkap Tunggul.
Ia memperkirakan pembangunan tahap pertama akan selesai pada akhir Juni atau awal Juli 2026, sehingga seluruh personel dapat segera berpindah ke fasilitas baru yang lebih representatif.
Benteng Udara Baru untuk Nusa Tenggara Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










