Dalam gaya bercerita, Profesor Rokhmin menyapa dan berdialog untuk mengetahui perasaan dan pikiran para nelayan.
Demikian pun, para nelayan begitu jujur di hadapan profesor dan tim tentang apa yang dikerjakan dan dialami selama ini. Suasana ini menarik simpati dan terkadang mengundang canda-tawa.
Profesor Rokhmin kepada wartawan usai berdialog dengan para nelayan di Hasan Abudenok, Senin (8/11/21) sore mengatakan sudah mendengar banyak masukan dari para nelayan dan menjelaskan potensi produksi lestari perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya serta teknologinya.
“Ini perlu dikembangkan industri pengolahannya untuk ada nilai tambah. Seperti apa, yah perlu ada pabrik pengolahan ikan,” kata Profesor Rokhmin yang mengaku wilayah pesisir pantai di Kabupaten Malaka potensial budi daya payau dan lautnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Simon mengakui penampilan Profesor Rokhmi yang sederhana dan rendah hati untuk datang dan mau membangun Malaka.
Pengakuan ini didasarkan pada kerelaan dan kesediaan Profesor Rokhmin dan tim untuk datang ke Malaka.
Tidak semua orang, apalagi berasal dari kalangan profesional datang ke Malaka ketika diundang. Kehadiran profesor dan tim memotivasi keseriusannya untuk membangun Malaka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










