Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terobosan Bupati JPYK Lawan Kemiskinan Lewat Pendidikan,Siap Cetak Sarjana dari Setiap RTM

Editor: Redaksi
IMG 20250715 WA0014

Maumere, 15 Juli 2025 – Dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok rentan, Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan inisiatif strategis bertajuk Program Beasiswa “1 Rumah Tangga Miskin, 1 Sarjana” (1 RTM, 1 Sarjana). Program ini tak sekadar menjadi solusi jangka pendek terhadap persoalan ekonomi, melainkan upaya sistematis untuk membangun masa depan Sikka melalui sumber daya manusia yang unggul.

Di bawah kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago, SH (JPYK), Pemkab Sikka menggagas kolaborasi multipihak atau pentahelix dengan menggandeng seluruh perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Sikka. Kolaborasi ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan berbasis riset dan inovasi yang berpihak pada masyarakat miskin.

Dari Bantuan ke Investasi Sosial

Baca Juga :  Silet Open Up Guncang Maumere: Tabola Bale Jadi Simfoni Puncak di Festival Jelajah Maumere

Dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Aula Bapperida Sikka, Bupati JPYK menekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan uang kuliah, tetapi investasi sosial jangka panjang.

“Kita ingin memastikan bahwa dari setiap rumah tangga miskin di Sikka, lahir minimal satu sarjana. Tapi bukan hanya lulusan dengan ijazah, melainkan pemimpin komunitas, inovator desa, dan agen perubahan sosial,” ungkap JPYK.

Menurutnya, program ini akan menjadi titik tolak dalam mengubah lanskap sosial Kabupaten Sikka, dari yang bersifat karitatif menjadi transformasional. Dalam pendekatan ini, beasiswa diharapkan menghasilkan lulusan yang kembali dan mengabdi di kampung halamannya, menjawab kebutuhan lokal dengan pengetahuan dan keterampilan berbasis riset.

Baca Juga :  Situasi KBM SMPN 10 Kota Kupang di Massa Pandemi.

Riset Jadi Pondasi, Kolaborasi Jadi Kunci

Program ini juga mengedepankan pendekatan ilmiah dalam perencanaannya. Bupati JPYK menegaskan pentingnya riset sebagai landasan dalam menyusun kebijakan pembangunan, termasuk dalam bidang pendidikan.

“Kita tidak lagi bisa membangun hanya berdasarkan asumsi. Harus berbasis data, riset, dan inovasi. Karena itu, kami mendorong terbentuknya Forum Riset dan Inovasi Daerah,” lanjutnya.

Forum ini akan menjadi wadah sinergi antara pemerintah, kampus, dunia usaha, komunitas, dan media dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga :  Sukses Lakukan Assesment Diagnostik, Yuni Lilasnyo : Ini Fase Paling Krusial Yang Wajib Dijalankan Seorang Pendidik

Perguruan Tinggi sebagai Mitra Strategis