Menurut Josef, pengembangan KLA dapat menjadi strategi agar semakin meningkatkan kualitas anak-anak NTT. Setiap anak perlu diberi ruang yang seluas-luasnya untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpatisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabatnya.
“Anak adalah titipan Tuhan yang sangat istimewa. Warisan yang tak ternilai. Jangan samakan dunia kita dulu dengan dunia mereka sekarang. Apa yang mungkin baik pada masa kita dulu, belum tentu sesuai dan mungkin tidak bisa diterapkan lagi pada dunia anak-anak sekarang,” jelas Wagub pada kesempatan tersebut.
Lebih lanjut politisi Golkar tersebut mengungkapkan, dunia anak-anak adalah dunia bermain. Karenanya dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), anak-anak tidak boleh dibebani dengan perkenalan akan pelajaran-pelajaran tertentu. Mereka harus difasilitasi dan diberi ruang untuk lebih banyak bermain bersama dengan rekan-rekan seusianya. Saat ada waktu luang, anak-anak dapat diarahkan untuk mempelajari seni dan budaya.[sc name=”BACA JUGA” ]
“Di NTT, kita masih punya banyak pekerjaan rumah terkait pemenuhan hak-hak anak di antaranya belum semua anak punya akte kelahiran,belum dimasukannya pemenuhan hak anak dalam perencanaan baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun di tingkat desa. Selain itu, masih adanya kekerasan fisik maupun verbal terhadap anak, masih adanya stunting dan gizi buruk, minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah khususnya di desa serta persoalan bantuan hukum terhadap anak-anak yang tersangkut masalah. Penguatan KLA menjadi langkah penting dalam meminimalisir permasalahan ini,”kata pria asal Ngada tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










