Belu, Mensanews com- Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P., memberikan kuliah umum yang penuh wawasan kepada mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Belu, pada Jumat, 6 Desember 2024. Dalam kuliah umum bertema “Menuju Nusa Tenggara Timur Daulat Pangan Bersama Wirausaha Muda Politeknik Ben Mboi”, Pj. Gubernur menitikberatkan beberapa poin penting terkait tantangan dan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah, khususnya terkait isu-isu krusial yang dihadapi NTT, serta pentingnya inovasi dalam menciptakan solusi.
Tantangan dan Peran Mahasiswa Unhan Menghadapi Isu-Isu Krusial di NTT
Dalam paparan tersebut, Pj. Gubernur NTT menggarisbawahi sejumlah tantangan besar yang masih dihadapi oleh provinsi NTT, antara lain kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan stunting. Ia mengajak mahasiswa Unhan untuk berperan aktif dalam mencari solusi terhadap masalah-masalah ini melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
“Mahasiswa Unhan adalah agen perubahan. Saya berharap kalian tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menjadi bagian dari solusinya,” tegas Andriko. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan turut berkontribusi dalam mengatasi masalah-masalah yang menjadi perhatian utama di daerah tersebut.
Potensi Blue Food di NTT
Selain itu, Pj. Gubernur NTT juga membahas potensi besar yang dimiliki NTT dalam mengembangkan blue food, atau pangan biru, yang mencakup rumput laut dan hasil perikanan. Menurutnya, sektor ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif pangan yang ramah lingkungan dan mendukung ketahanan pangan, khususnya di tengah tekanan yang semakin besar terhadap lahan pertanian.
“Dengan pengelolaan yang tepat, sektor blue food ini dapat menjadi solusi penting dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di NTT,” ungkap Pj. Gubernur.
Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST)
Dalam kesempatan tersebut, Andriko juga memaparkan salah satu program unggulan Pemprov NTT, yaitu Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST). Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya keluarga, agar dapat mengoptimalkan pola asuh dan memastikan gizi anak-anak mereka tercukupi dengan baik, untuk mencegah stunting yang masih menjadi masalah besar di NTT.
“GKP2ST bertujuan mengedukasi keluarga agar menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting. Kami berharap agar orang tua dapat memastikan gizi dan tumbuh kembang anak terpenuhi secara optimal,” jelas Andriko.
Dukungan bagi Generasi Agripreneur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










