Kupang, Mensanews.com – Inovasi teknologi kembali lahir dari lingkungan pendidikan vokasi. SMKN 4 Kupang kini tengah mendorong dua karya unggulan siswa, yakni kompor induksi dan jemuran pintar berbasis Internet of Things (IoT), menuju proses lisensi dan hak paten.
Kepala sekolah, Semy Ndolu, M.Pd., menegaskan Jumad (13/02)2026) bahwa kedua inovasi tersebut memang lahir di luar program keahlian (Prodi) yang ada. Namun, menurutnya, hal itu justru menjadi bukti bahwa kreativitas siswa tidak dibatasi oleh struktur kurikulum semata.
“Kompor induksi dan jemuran pintar ini memang di luar Prodi, tetapi merupakan inovasi nyata siswa. Saat ini keduanya sedang dalam proses menuju lisensi dan menunggu tahapan hak paten,” jelasnya.
Kompor Induksi Hemat Energi
Kompor induksi yang dikembangkan siswa dirancang dengan pendekatan efisiensi energi dan keamanan penggunaan. Berbeda dengan kompor konvensional berbahan bakar gas, sistem induksi bekerja dengan prinsip elektromagnetik untuk menghasilkan panas langsung pada peralatan masak berbahan logam tertentu.
Pengembangan kompor ini dilakukan melalui tahapan riset, perakitan, hingga uji teknis internal sekolah. Selain menjadi media pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), inovasi ini juga diarahkan sebagai produk teknologi terapan yang memiliki nilai ekonomis.
Pihak sekolah menyebut, proses pengujian teknis masih terus dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan sebelum masuk ke tahap komersialisasi.
Jemuran Pintar Berbasis IoT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










